4 Temmuz 2016 Pazartesi

Pendahuluan

Pendahuluan

baby
''Allahlah yang menjadikan bumi bagi Kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk Kamu lalu membaguskan rupamu, serta memberi kamu rezeki dari yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu. Maha Agung Allah Tuhan Semesta Alam." 6 Keajaiban Penciptaan Manusia''
(Q.S. Al Mu'min 40: 64)
Tubuh manusia bagaikan mesin yang mempunyai struktur paling kompleks di muka bumi ini. Mesin kompleks ini dapat dipergunakan untuk melihat, mendengar, bernafas, berjalan, berlari cepat, dan menikmati kelezatan rasa sepanjang hayat. Ia memiliki sistem dan pengorganisa- sian yang sangat rumit. Hal ini bisa dilihat pada susunan anatomi dan aktivitas tulang, otot, pembuluh darah, dan seluruh organ yang ada dalam tubuh. Bila kita perhatikan lebih dalam sistem dan pengorganisasian dalam tubuh kita, maka kita akan selalu menemukan berbagai hal menakjubkan. Bayangkan tubuh kita yang terdiri dari bagian-bagian berbeda tersebut ternyata terbentuk dari bagian terkecil yang sama yaitu sel.
Tubuh kita terdiri atas sel-sel berukuran hampir 1/1000 mm3 (seperseribu milimeter kubik). Dari kumpulan sel tersebut akan terbentuk tulang, syaraf, hati, bagian dalam lambung, kulit, dan lapisan-lapisan lensa mata kita. Masing- masing sel ini memiliki sifat dan karakter khusus dan penting. Baik dalam hal bentuk, ukuran, maupun jumlahnya.
Bagaimana dan kapan sel-sel ini hadir dalam kehidupan kita? Jawaban pertanyaan ini akan menggiring kita menuju dunia penuh keajaiban di setiap detiknya. Ternyata sel-sel tubuh kita yang jumlahnya mencapai 100 triliun ini berkembang dan berawal hanya dari satu sel saja. Sel ini memiliki sifat dan karakter sama dengan sel-sel tubuh kita yang lainnya ini adalah hasil peleburan antara sel telur ibu dengan sel sperma ayah.
Allah swt telah menyebutkan di dalam Al Qur'an bahwa pada keajaiban penciptaan langit dan bumi, serta makhluk hidup ciptaan-Nya terdapat banyak bukti tentang wujud dan keagungan-Nya. Diantara bukti terpenting tentang wujud dan kebesaran-Nya ialah keajaiban penciptaan manusia itu sendiri.
Sangat banyak ayat-ayat Al Qur'an yang mengarahkan manusia untuk berpikir dan merenungkan penciptaan dirinya. Bagaimana ia ada dan diciptakan, juga menginformasikan tahap-tahap penciptaan itu dengan rinci, diantaranya firman Allah swt:
Kami telah menciptakan Kamu, maka mengapa Kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)? Maka terangkanlah kepada (Kami) tentang (air mani) yang Kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau kamikah sebagai penciptanya?  (Q.S. Al Waaqi'ah 56: 57-59).
Ternyata awal kehidupan dari tubuh manusia yang terdiri dari 60-70 kg daging dan tulang ini, hanyalah berasal dari setetes air. Proses perkembangan tubuh manusia ini berlangsung sangat kompleks, di mana akhirnya tubuh tersebut memiliki akal, pendengaran, penglihatan, dan lain-lain. Ini adalah fenomena yang mence- ngangkan dan luar biasa. Tak diragukan lagibahwa perubahan dan perkembangan seperti itu mustahil terjadi begitu saja sebagai hasil sebuah proses kebetulan. Lebih tepat ia merupakan proses penciptaan yang terencana dan sangat sempurna.
human
Buku ini akan menjelaskan keajaiban penciptaan manusia secara rinci. Sebuah keajaiban yang terus berlangsung dan berulang, serta dialami oleh setiap manusia di bumi ini. Penting untuk dijelaskan bahwa penjelasan dalam buku ini hanyalah bagian kecil dari seluruh keajaiban penciptaan manusia. Namun hal ini cukup bagi manusia untuk mengetahui bahwa di sana ada kekuasaan Allah yang tak terbatas dan ilmu-Nya yang tak terhingga yang meliputi seluruh alam semesta, agar manusia selalu ingat bahwa Dialah sebaik-baik pencipta.
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik.  (Q.S. Al Mu'minuun 23: 12-14)

Keajaiban Sistem Pembentuk Manusia Baru

Keajaiban Sistem Pembentuk Manusia Baru

cell
''Dialah yang membentuk Kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yanh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.''
(Q.S. Ali 'Imran, 3:6)
Manusia tidak mungkin dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya di muka bumi ini tanpamelalui proses yang sangat kompleks dalam sistem reproduksi- nya. Sistem reproduksi yang ada pada tubuh laki-laki dan perempuan masing-masing memiliki alat-alat reproduksi dan fungsi yang berbeda. Keduanya saling melengkapi satu sama lain dalam sebuah proses yang sangat kompleks namun harmonis, dalam sebuah sistem yang sangat sempurna. Hasilnya adalah kehadiran makhluk baru ke dunia ini. Sungguh, pembentukan manusia dan penciptaannya dari dua orang manusia yang berbeda jasadnya adalah salah satu keajaiaban yang nyata, yaitu keajaiban penciptaan manusia.
Untuk terjadinya proses menakjubkan ini, berbagai persiapan penting telah berlangsung di dalam tubuh manusia selama beberapa tahun. Bermula dari berubahnya sel-sel reproduksi dalam tubuh laki- laki dan perempuan menuju tahap pematangan. Saat kesempurnaan proses pematangan ini dikenal dengan masa baligh atau puber. Sistem yang berperan dalam keberhasilan proses hubungan antar sel ini adalah sistem hormonal yang diatur dan dikendalikan oleh otak.
Allah swt telah menjadikan seluruh aktivitas perkembangan dan pematangan tubuh manusia berada di bawah sistem yang dikendalikan otak. Otak akan menyeleksi seluruh pesan dari semua anggota tubuh yang sampai kepadanya, lalu mengirimkan respon yang paling tepat dan cepat menuju tempat yang membutuhkannya. Semua proses seleksi dan komunikasi ini menggunakan sistem hor- monal. Allah swt telah menciptakan sistem jaringan komunikasi yang sangat sempurna. Hormon-hormon itu mengirim pesan ke otak, lalu ia mengirimkan perintah yang berasal dari otak kepada sel-sel yang berkepentingan, seperti tukang pos yang berkeliling kota mengantar- kan surat ke alamat yang tepat. Begitulah yang terjadi pada semua efektifitas kegiatan penting dalam tubuh manusia.
Namun kita tidak boleh lupa bahwa dalam menentukan arah, mengenal pesan yang akan ia bawa, dan kepada siapa pesan itu ditujukan, hormon ini tidak memiliki kesadaran dan perasaan seperti yang kita miliki, tidak mendapat pelatihan apa pun, dan tidak memiliki pengalaman ditahun-tahun sebelumnya. Hormon adalah struktur atau senyawa yang sangat kompleks yang hanya bisa digambarkan dengan persamaan-persamaan dan lambang (rumus) kimia yang sangat rumit. Melalui pesan yang akan dibawanya, hormon mampu mengenali sel-sel yang ditujunya. Hormon mampu melakukan perjalanannya dalam kegelapan di dalam tubuh (kerja ini hanya dapat dilihat dengan proses yang diperbesar beberapa miliar kali) tanpa sedikit pun tersesat. Selanjutnya hormon menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya tanpa kesalahan. Semua ini adalah pekerjaan yang luar biasa dan sangat menakjubkan. Semua ini sudah cukup menjadi bukti betapa sempurnanya sistem yang diciptakan Allah dalam tubuh manusia.
Efektivitas kerja sistem hormonal ini biasanya dimulai di dalam tubuh sejak manusia masih menjadi janin di perut ibunya dan terus berlangsung hingga ia wafat. Kerja alat-alat reproduksi dan anggota tubuh yang terlibat sangat dipengaruhi oleh hormon. Rangsangan hormon yang berhubungan dengan alat reproduksi baru dimulai pada masa baligh, ini berbeda dengan hormon yang lain. Pada masa baligh inilah pengatur sistem hormonal dalam otak, yaitu hipotalamus, mengirimkan perintah kepada hipofisis (kelenjar yang menggantung dibawah hipofisis) agar memberikan rangsangan kepada alat-alat reproduksi.
brain
1. Korteks
2. Hipotalamus
3. Hipofisis
4. Hipokampus
Pada gambar terlihat hubungan antara hipotalamus yang menjadi bagian utama dalam sistem hormonal otak dengan pusat-pusat lain pada otak.
Ada keajaiban lain yang perlu diperhatikan di sini: ternyata hipotalamus sangat mengetahui apa yang terjadi pada tubuh manusia, ia tahu kapan sistem dan alat reproduksi telah sempurna dan siap bekerja. Dengan kata lain ia bekerja menghitung umur manusia. Ketika ia mengetahui bahwa tubuh manusia telah mencapai masa baligh, ia segera memberikan perintah penting kepada alat-alat reproduksi melalui hormon-hormon reproduksi dalam waktu sangat singkat. Dengan cara ini, kelestarian manusia dapat dijaga. Semua itu tidak hanya dilakukan hipotalamus pada satu tubuh saja. Pekerjaan yang rumit dan sempurna ini telah berlangsung pada bermiliar-miliar manusia normal yang ada saat ini, dan yang hidup di masa lalu.
Adalah sebuah keajaiban yang patut direnungkan jika sekerat daging berukuran beberapa sentimeter kubik dapat mengenal waktu, melakukan perubahan-perubahan tertentu sesuai hitungan tahun tertentu pula. Bagaimana hipotalamus melakukan perhitungan seperti ini? Adakah yang mengajarkannya? Ataukah ia mengetahuinya sendiri tanpa pembimbing? Bagaimana ia mengetahui pentingnya perkembangan dan kematangan alat-alat reproduksi bagi kelestarian umat manusia? Bagaimana ia mengenal waktu yang tepat untuk mulai menghadirkan hormon itu? Bagaimana ia dapat mengenal hormon tertentu yang berfungsi merangsang sistem reproduksi pada waktu yang tepat di antara sekian banyak hormon yang diproduksi tubuh? Apakah pandangannya yang jauh ke depan yang telah membuat semua rencana dan skenario matang ini? Mengapa ia dapat menunggu hingga tubuh manusia siap secara psikologis untuk bereproduksi, dan bukan sebelum atau sesudahnya? Sesungguhnya yang menjadikan sepotong daging yang tak berakal, tak mendengar dan tak melihat ini seolah memiliki kecerdasan ini adalah Perancang Maha Hebat, yang kecerdasannya melebihi kita. Dialah zat yang tiada tanding, tiada banding.
Semua "kecerdasan" hipotalamus ini bukanlah sebuah kebetulan. Allah, Dialah yang Maha Pengatur, yang telah memberikan keistimewaan dan kesiapan baginya untuk melaksanakan semua tugas itu. Dia telah menyatakan hal ini kepada kita dalam firman-Nya :
Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.  (Al Ahzab 33: 52)
Untuk itu, sangat sangat berarti jika kita membaca uraian dan fakta dalam lembaran-lembaran berikut ini dengan pandangan yang mampu mengambil pelajaran).

Hormon yang Dapat Membedakan Kelamin

sperm_hipotalamus

1. Hipotalamus
2. Kelenjar hipofisis depan
LH
FSH
3. Sel-sel antara kelenjar
4. Tubulus seminiferus
5. Testis
6. Testosteron
7. Sperma

8. Hipotalamus
9. Kelenjar hipofisis depan
FSH
LH
10. Kopus luteum
11. Oosit
12. Indung telur
13. Folikel
14. Estrogen
15. Progesterom
sperm_hipotalamus
Pembentukan sel sperma pada laki-laki,(kiri) dihasilkan melalui kerjasama hipotalamus, kelenjar hipofisa depan dan testis. Sedangkan proses hormonal pada wanita (kanan) terjadi karena hipotalamus, hipofisis dan indung telur yang saling mempengaruhi satu sama lain. Proses biokimia yang masing-masing dikhususkan untuk laki-laki dan wanita ini merupakan suatu rancangan yang sempurna dan membuktikan kepada kita bahwa ini semua merupakan hasil dari satu perencanaan yang hebat.
Langkah awal yang dilakukan hipotalamus dalam memulai masa puber pada seorang laki-laki atau perempuan adalah dengan mengirimkan hormon GN-RH (gonadotropin) ke pituitari melalui darah. Maka mulailah pituitari ini menghasilkan hormon LH dan hormon FSH yang dapat merangsang alat-alat reproduksi sesuai pesan yang diberikan oleh hipotalamus. Kedua hormon ini diproduksi di dalam tubuh laki-laki dan perempuan, namun pengaruh hormon ini terhadap keduanya jelas berbeda.1
Perbedaan pengaruh yang diberikan kedua hormon ini terhadap laki-laki dan perempuan tentu saja merupakan sebuah keajaib- an. Hormon FSH misalnya, adalah hormon yang bertang- gungjawab terhadap pemben- tukan, pematangan sel telur perempuan. Hormon ini juga bertanggungjawab terhadap terbentuknya sel sperma laki- laki. Sebaliknya, LH adalah hormon yang bertanggung- jawab mematangkan sel telur, dan membantu menghasilkan hormon progesteron yang menyiapkan rahim untuk menerima janin. Tetapi hormon ini juga merangsang sel-sel agar memproduksi hormon testosteron pada laki-laki. Hormon ini membantu munculnya tanda-tanda kejantanan serta proses pematangan sperma.
Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerejaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Qur'an itu?
(Q.S. Al A'raf, 7: 185)
progesterone_oestrogen
Pada gambar di atas terlihat struktur molekul-molekul hormon progesteron (1) dan estrogen (2) yang mengkristal. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuh manusia yang diakibatkan hormon-hormon yang terbentuk dari beberapa atom ini sangat jelas tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Yang menciptakan hormon-hormon beserta keistimewaannya tersebut adalah Allah.
Ketika telah diproduksi di dalam tubuh seorang laki-laki, hormon mengetahui bahwa sel-sel yang menjadi sasaran hormon ini adalah milik laki-laki. Lalu ia melakukan perubahan sesuai pengetahuannya, misalnya membantu proses pembesaran otot, membesarkan suara, dan menumbuhkan jenggot. Hormon yang sama, yang mampu mendorong berlangsungnya berbagai reaksi kimia ini, ternyata memberikan pengaruh yang berbeda pada tubuh perempuan, bahkan sangat berlawanan. Proses perkembangan tubuh yang dilakukannya sesuai dengan jenis kelamin tubuh tempat ia berada. Ini berarti hormon ini tahu betul proses kimia yang terjadi dalam tubuh laki-laki dan perempuan, beserta perbedaannya, seolah-olah ia memiliki akal dan sangat terlatih.
Mayoritas kita tidak mendalami ilmu khusus tentang masalah ini sehingga wajar bila kita tidak memilki pengetahuan tentang hormon yang mempengaruhi perkembangan tubuh laki-laki dan perempuan. Kita tidak memahami bagaimana metabolisme dan reaksinya yang terjadi, bagaimana rantai pengiriman perintah berlangsung, pesan apa yang datang dan pergi, bagaimana semua perkembangan tubuh sangat tergantung pada perintah dan pesan-pesan itu, bagaimana kesalahan sedikit saja di dalamnya dapat menyebabkan gangguan kehidupan yang besar? Dan kita pun tidak memiliki kemampuan untuk mengatur atau menghentikan semua proses itu. Pertanyaannya justru sepatutnya ditujukan pada hormon yang memiliki "pengetahuan dan informasi" akurat tentang semua hal yang berkaitan dengan tugasnya.
Dari manakah hormon mengetahui ilmu kimia? Ia tidak hanya tahu proses kimia tubuh dan menganalisa kode-kode kimiawi, namun juga bertindak tepat sesuai kebutuhan dalam semua proses tersebut bagaikan seorang pakar kimia atau bahkan melebihinya. Bagaimana sesuatu yang tak berakal dan tak berperasaan mampu berprilaku seperti itu? Jelaslah bahwa semua kesempurnaan proses ini tidak terjadi dengan sendirinya. Hanya ada satu penjelasan: ada kekuasaan yang mengatur, merencanakan, dan memprogramnya. Dialah Allah yang memiliki ilmu yang tak terbatas. Kewajiban manusia adalah berfikir dan merenungkan keajaiban ini lalu tunduk sepenuhnya kepada Pencipta yang Maha Kuasa atas seluruh sekalian alam.

Perkembangan sel-sel Reproduksi

DNA_chromosome_2
Kromosom-kromosom yang terdi ri atas DNA
1. Kromosom pada metafase
2. Bertuk terpadatkan
3. Rangka kromosom
4. Bentuk terurai
5. Benang kromatin
6. Kromatin
7. DNA heliks ganda
DNA_chromosome
Gambar di samping memperlihatkan bagaimana kromosom menyimpan DNA. DNA yang menyimpan segala informasi tentang seluk-beluk manusia, terdapat dalam setiap inti sel yang keseluruhan- nya berjumlah 100 triliun dalam tubuh kita. DNA merupakan satu contoh nyata ciptaan Allah yang sangat sempurna.
Ada banyak robot dalam setiap pabrik yang bertugas memproduksi mesin-mesin dan alat-alat modern. Seluruh sistem komputerisasi yang menjalankannya dan informasi penting yang berkaitan dengannya, terdapat pada pusat kendali pabrik tersebut sepanjang proses produksi berlangsung. Pusat kendali ini seperti bank informasi yang menyimpan seluruh informasi penting tentang tahap- tahap produksi dan jenis kendalinya, termasuk bagaimana mengantisi- pasi kegagalan yang mungkin timbul. Kalau kita mengumpamakan tubuh manusia seperti pabrik – meskipun tubuh manusia adalah pabrik yang paling rumit dan sempurna di bumi ini – kita dapat mengatakan bahwa seluruh informasi vital untuk mengatur proses kerja produksi ini terdapat dalam DNA yang ada di dalam sel.
Allah meletakkan semua informasi yang akan menentukan keunikan manusia yang akan lahir di dalam DNA pada saat ia masih berupa sel telur yang baru saja dibuahi. Dengan kata lain, seluruh informasi dan keunikan manusia yang akan lahir ini, mulai dari warna mata, tinggi badan, sampai penyakit-penyakit yang dapat dideritanya di masa depan, semuanya tersimpan dengan rapi di dalam bagian kecil tubuh manusia yang tak dapat dilihat kecuali dengan mikroskop elektron ini.
Bagian-bagian DNA terdapat di dalam setiap inti sel tubuh kita yang jumlahnya mencapai 100 triliun sel, sedangkan ukuran rata- rata sel ini adalah 10 mikron (1 mikron sama dengan seperseribu milimeter). Bagaimana informasi yang sedemikian banyak dan padat tersebut dapat tersimpan dalam ruangan yang sangat kecil ini? Jika kita mengumpa-makan DNA yang berperan menjaga kelestarian makhluk hidup dalam hal perencanaan dan pemrograman ini seperti sebuah ensiklopedia, maka kromosom-kromosomnya ibarat bab-bab dalam ensiklopedia tersebut. Kromosom menempati posisinya pada DNA secara berpasangan. Ini adalah fase penting dalam penciptaan manusia di mana separuh kromosom ini berasal dari ayah, dan separuh lain dari ibu. Kromosom yang datang dari ibu yang berjumlah 23 ini membentuk pasangan dengan kromosom ayah yang berjumlah sama. Artinya, setiap sel tubuh manusia memiliki 46 kromosom dan membentuk 23 pasang. Akan tetapi pasangan ke-23 dari kromosom ini mempunyai kekhususan dan biasanya dilambangkan dengan lambang Y atau X. Pada laki-laki, salah satu dari pasangan kromosom ke-23 ini adalah jenis Y dan yang lainnya berjenis X. Sedangkan pada perempuan, keduanya berjenis X.2
Jadi, jumlah kromosom pada setiap sel manusia adalah 46. Tapi bagaimana jumlah kromosom bayi yang lahir dari gabungan kromosom ayah dan ibu juga berjumlah 46 dan bukan 92, yang kalu ini terjadi ia akan menjadi makhluk yang berbeda? Mengapa hal ini tidak terjadi? Jawaban dari pertanyaan ini akan mengantarkan kita kepada keajaiban penciptaan manusia yang lainnya.

Pembelahan Tanpa Kesalahan

Ada 2 jenis pembelahan yang terjadi pada sel tubuh, yang pertama disebut mitosis atau pembelahan sel secara sempurna. Pembelahan ini terjadi pada seluruh sel tubuh dan tidak menyebabkan perubahan jumlah kromosom serta perubahan pada sel itu sendiri, sehingga sel-sel yang dihasilkan semuanya serupa.
Perlu diingat bahwa jika sel-sel reproduksi membelah diri tidak dengan cara di atas, dapat dipastikan bahwa kelestarian umat manusia tidak akan dapat dipertahankan lagi, karena datangnya 46 kromosom dari ayah dan 46 kromosom dari ibu akan menghasilkan 92 kromosom pada bayi sehingga struktur tubuhnya akan berbeda sama sekali. Akan tetapi program menakjubkan yang ada dalam tubuh kita tidak mengizinkan itu terjadi, karena cara pembelahan yang terjadi pada sel-sel kelamin yang dinamakan meiosis (pembelahan separuh) sangat berbeda dengan mitosis. Dalam meio- sis kromosom dalam sel-sel reproduksi dikurangi jumlahnya dari 46 menjadi 23. Sel-sel ini dikatakan matang setelah mengalami pembelahan ini sampai selesai. Ada peralatan khusus dalam tubuh laki-laki maupun perempuan yang berfungsi menyempurnakan kematangan sel-sel ini, dan kemudian menyiapkannya untuk sebuah perjalanan yang sulit. Sel-sel yang dihasilkan oleh sistem reproduksi laki-laki sudah disiapkan sempurna untuk menghadapi sel-sel yang diproduksi oleh sistem reproduksi tubuh perempuan, padahal kedua sistem reproduksi ini sangat berbeda dan satu sama lain tidak saling mengetahui. Bahasan ini akan diuraikan lebih dalam pada halaman- halaman berikutnya insya Allah.
Tahap-Tahap Pembentukan Sel Telur dan Sperma
FormationEggCell
1. Oogonlum (2n; 46 kromosom)
1a. mitosis (telur)
2. Oosit primer (2n; 46 kromosom)
3. Sel badan kutup primer (n)
4. Jumiah kromosom berkurang setengahnya
5. Sel badan kutup primer (n) jika membelah
6. Sperma
7. Inti sperma
8. Melosis II
9. Pada oosit skunder selesal
10. Sel badan kutup primer (n) jika membalan
11. Inti sperma
12. Ootid (haploid, n;23 kromosom) masak ketika telah membentuk telur siap bersatu dengan sperma
13. Sel badan kutup sekunder (n)
14. Sel badan kutup musnah
15. Zigot diploid 2n;46 kromosom)
16. Spermatogonium (diploid, 2n; 46 kromosom)
17. Mitosis pada testis
18. Spermatosit primer (diploid, 2n; di setiap sel 46 kromosom)
19. Melosis I jumlah kromosom berkurang setengahnya
20. Spermatosit sekunder (haploid, n; di setiap sel 23 kromosom)
21. Melosis II
22. Spermatid (haploid, n; di setiap sel 23 kromosom)
23. Sperma (haploid, n; setiap sperma 23 kromosom)
FormationSpermCell
Sel telur induk yang berada dalam indung telur, setelah melewati sejumlah pembelahan, menghasil- kan 3 sel badan kutub sekunder yang sangat kecil dan sebuah sel yang dinamakan ootid. Sel-sel yang kecil akan mati dan yang besar akan membentuk telur. Jika sel-sel yang terbentuk mempunyai ukuran yang sama, zigot yang dihasilkan dari proses pembuahan tidak akan mendapat nutrisi yang cukup
Di samping kiri terlihat tahap-tahap pemben- tukan telur yang merupakan sel reproduksi wanita. Telur terbentuk setelah sel telur induk (oogonium) pada indung telur melewati beberapa tahap pembelahan. Sedangkan pada laki-laki pembentukan sperma terjadi dari pembelahan sel-sel sperma induk (spermatogonium) di dalam testis. Sel-sel reproduksi sejak pembelahan pertamanya bergerak di bawah pemeriksaan ketat. Hubungan yang serasi antar bagian-bagian yang membentuk manusia (sel-sel, enzim, hormon) memperlihatkan keberadaan sistem yang mustahil terjadi secara kebetulan. Allah- lah yang menciptakan manusia. Segala peristiwa yang ada dalam tubuh kita merupakan salah satu bukti kehebatan Allah dalam menciptakan sesuatu.
Sejak awal, pembelahan sel-sel reproduksi ini berlangsung di bawah kendali dan pengawasan. Mustahil serangkaian tahapan yang sangat rapi ini terjadi dengan sendirinya dan tanpa sebab. Sel-sel ini melakukan pembelahan sampai jumlahnya sesuai dengan kromosom, artinya tidak ada perubahan apa pun pada rangkaian proses yang telah diprogram, apalagi kesalahan. Semua yang mendukung proses reproduksi, anggota tubuh asal sel tersebut dan hormon semuanya bersesuaian secara sangat sempurna. Di samping itu, bagian-bagian hormon dan enzim yang berperan penting dalam menjalankan berbagai reaksi yang berbeda dalam tubuh, dan molekul-molekul yang membentuk bagian-bagiannya, semuanya mampu mengetahui kapan dimulainya sebuah reaksi melalui informasi rahasia yang sangat rumit. Mereka juga mengetahui pengaruh apa yang harus diberikan kepada setiap anggota tubuh. Sungguh, keselarasan yang terjalin di antara sel, enzim, hormon, dan seluruh bagian tubuh manusia ini merupakan hal-hal yang sepatutnya kita renungkan dan pikirkan.
Ada bagian-bagian tubuh yang membuat program tertentu, dan yang lain bekerja sesuai program tersebut. Ada pula yang mengirimkan perintah untuk diterima oleh sebagian yang lain, lalu dipahami dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Semua ini merupakan fenomena luar biasa yang mustahil terjadi secara kebetulan. Lebih dari itu, terjadinya fenomena menakjubkan ini pada tubuh miliaran manusia yang hidup di masa lalu, kini, dan yang akan datang semakin menambah kekaguman tersebut. Peristiwa kebetulan tidak mungkin dapat dikaitkan dengan sel-sel yang kecil, hormon, atau enzim. Semua ini membutuhkan kecerdasan dan pengetahuan luar biasa di luar kemampuan otak manusia.
grandfather_grandson
Kecerdasan dan ilmu yang tak terhingga ini adalah milik Allah, Pencipta seluruh alam jagad. Dia menegaskan hal ini dalam kitab- Nya bahwa sesungguhnya tidak Pencipta selain Dia :
Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara kedua-Nya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (Al-Baqarah, 2: 255)

Catatan Kaki

1. Guyton&Hall, Tibbi Fizyoloji, Nobel T1p Kitabevleri, Istanbul, 1996, 9th ed., pp 1005, 1017
2  Keith L. Moore, The Developing Human - Clinically Oriented Embryology, W. B. Saunders Company, 1983, Canada, p. 141

Prajurit Sempurna Yang Menuju Sasaran Denagan Tepat

Prajurit Sempurna Yang Menuju Sasaran Denagan Tepat

sperm
"Yang demikian itu ialah Allah Tuhan kamu, tidak ada tuhan (yang berhak diabdi) selain Dia, Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia. Dan Dia adalah pemelihara segala seuatu.''
(Al-An'am, 6: 102)
Bayangkanlah sebuah pasukan besar yang terdiri dari jutaan personil menuju sebuah sasaran. Tidak peduli seberapa jauh jarak yang harus ditempuhnya, tantangan besar, dan bahaya mematikan yang akan dihadapinya dalam perjalanan menuju sasaran tersebut. Bayangkan bahwa panjang perjalanan ini lebih dari ratusan ribu kali panjang tubuh prajurit. Dalam perjalanan panjang ini pastilah pasukan itu membutuhkan bantuan logistik, petunjuk, dan persiapan tambahan lainnya.
Pasukan yang berjumlah 300 juta personel ini terdapat dalam tubuh laki-laki, dan personilnya adalah para sel sperma yang panjangnya mencapai seperseratus milimeter dan harus melalui perjalanan panjang menuju sasarannya, yaitu sel telur.
Seribu dari 300 juta sel sperma ini berhasil mencapai sel telur, tetapi hanya satu sel saja yang memenangkan pertarungan ini dan membuahi sel telur. Sebelum mengikuti perlombaan ini, sel sperma harus melalui tahap-tahap pematangan yang diawali dengan keluarnya sel ini menuju sebuah perjalanan panjang melalui alat reproduksi laki-laki. Ada banyak persiapan yang membantu proses pematangan sel sperma ini.

Proses Pembentukan Sperma

sperm_3
Untuk membuahi sel telur perlu dipersiapkan kurang lebih 200-300 juta sel sperma. Jumlah yang besar ini dibutuhkan karena sebagian besarnya akan mati dalam perjalanan, dan relatif sedikit yang berhasil menuju sel telur. Oleh karena itu jumlah yang besar ini menjaga sperma dari kegagalan membuahinya. Produksi sel sperma terjadi pada alat reproduksi laki-laki yang disebut testis. Sel sperma yang diproduksi di dua buah testis ini melalui berbagai proses perkembangan dan harus terhindarkan dari suhu yang tinggi. Dengan kata lain tempat produksinya harus cukup dingin, padahal suhu normal tubuh manusia mencapai 37 derajat Celcius. Jadi jika testis berada dalam tubuh manusia maka sel sperma tidak akan dapat diproduksi. Oleh karena itu, testis harus berada di bagian luar tubuh. Testis memiliki program khusus yang memungkinkan-nya dapat memproduksi sel sperma.
Testis terdiri dari tabung-tabung kecil. Tabung-tabung ini memiliki daya tampung yang memungkinkan produksi sperma dengan cepat serta memudahkan penyimpanannya. Kegiatan produksi sperma yang cepat dan proses penyimpanannya yang mudah sangatlah penting. Ini karena jumlah sperma yang dibutuhkan untuk membuahi sebuah sel telur sangatlah besar: antara 200-300 juta sel sperma.
Dua buah testis yang merupakan pabrik kecil ini ternyata memiliki tabung mikroskopis yang jumlahnya mencapai sekitar seribu tabung dengan total panjang mencapai 500 meter. Tabung-tabung kecil ini disebut tubulus seminiferus (tabung sperma). Setiap tabung memiliki panjang kira-kira 50 cm, di dalamnya terdapat sel-sel induk (sper- matogonium) yang bertugas membuat sperma.3
testicletesticle_sperm1testicle_sperm2
t: Testis : Testis yang merupakan organ reproduksi pria. Tempat keberadaannya, emampuannya mempro- duksi sperma, serta sistem-sistem yang ada di dalamnya masing-masing merupakan hasil kecerdas- an yang luar biasa.
Di samping kanan terlihat sistem saluran (tabung- tabung seminiferus) yang membentuk testis. Di saluran ini nantinya akan ditemukan sel utama yang membentuk sperma. Sedangkan pada gambar di atas terlihat jelas bagian dari lobulus testis.
Spermatogonium ini terletak pada dinding tabung sperma. Ketika memperbanyak diri, sel-sel mengalami dua jenis pembelahan : mito- sis dan meiosis. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jumlah kromosom ayah harus dikurangi dari 46 menjadi 23 (separuhnya) sebelum proses pembuahan dimulai. Untuk itu, meiosis adalah jenis pembelahan yang harus dipilih oleh sel-sel sperma.
Akibat pembelahan ini terbentuklah 4 sel yang kita sebut dengan spermatid yang berbentuk bulat dan memiliki 23 kromosom. Akan tetapi sel-sel ini tidak memiliki kemampuan membuahi. Ia memerlukan proses perubahan baru agar memiliki kemampuan membuahi.
Perlunya terjadi perubahan pada spermatid ini menarik untuk direnungkan. Untuk keperluan perubahan itu, sel-sel pembantu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan spermatid telah diletakkan di tempat yang tepat. Sel-sel pembantu ini dinamakan sel- sel sertoli. Ia menyelimuti spermatid dan setelah sepekan atau dua pekan sejak dimulainya meiosis, sel sartoli ini bertugas memberikan bentuk dan kemampuan baru bagi spermatid. Pada fase akhir pembelahan, sperma telah dibekali dengan struktur yang membuatnya menjadi sperma jantan sejati dengan ekor, inti kepala, dan akrosome (penutup kepala) yang penuh dengan enzim di bagian inti sperma (lihat lebih rinci pada bahasan: pertemuan sperma dengan sel telur).4
seminiferous_tubule
1. Sel sertoli
2. Dinding tubulus seminiferus
3. Spermatosit primer
4. Sel sperma yang telah berkembang
5. Spermatid
6. Sel-sel diantara jaringan
Pembentukan sperma dilakukan di dalam tubulus seminiferus yang strukturnya terlihat jelas pada gambar di atas. Sebelah kanan adalah gambar tubulus seminiferus yang diambil dengan menggunakan mikroskop elektron, sedangkan di sebelah kiri terlihat sel utama sperma yang membelah dan yang mengalami perubahan, serta bagian-bagian lain lain yang membantu pembentukan sperma.
Proses pemberian bentuk dan kemampuan baru ini terjadi pada sel-sel yang terdapat dalam tabung sperma. Pada sel ini terdapat tonjolan sitoplasma yang berukuran panjang dan relatif besar. Sel-sel sertoli bertugas menjaga sel-sel spermatid melalui tonjolan sitoplasma tersebut dan menutupinya di dalam sitoplasmanya. Begitulah proses pengawasan dan penyediaan makanan bagi sel-sel spermatid selama fase pertumbuhan dan perkembangannya.5
Ada kekuatan luar biasa yang tersembunyi di balik proses yang kami jelaskan secara singkat ini. Sel sperma yang turut berperan menjaga kelangsungan manusia, dilindungi oleh sel-sel sertoli yang terdiri dari protein dan asam amino. Bukankah merupakan sebuah keajaiban jika sel-sel sertoli yang tak punya akal, perasaan, mata, dan otak mengkhususkan dirinya untuk melaksanakan tugas tersebut? Semua ini adalah bukti bahwa ia diarahkan dan digerakkan. Sebagaimana keberadaan sel-sel sertoli ini di tempat yang tepat yaitu pada tabung sperma, maka karakter dan keunikannya pun (misalnya ukurannya yang lebih besar dari spermatid) adalah satu bukti nyata dari juta bukti lainnya akan kesempurnaan sistem yang ada dalam tubuh manusia. Allah telah menempatkan semua sel yang ada dalam tubuh manusia (kurang lebih 100 triliun sel) pada posisinya yang tepat, memberikan sifat dan keunikannya masing-masing. Dialah yang memungkinkan sel-sel tersebut melaksanakan tugas, dan memberikan mereka ilham tentang bagaimana ia menjalankan fungsinya.
Tidak ada satu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.  (Q.S. Hud, 11: 56).

Sistem Yang Terpadu

Telah disebutkan bahwa sel-sel sertoli berperan dalam merubah spermatid menjadi sperma. Akan tetapi, zat apakah yang merangsang sel-sel ini untuk bergerak dan mensuplai makanan bagi spermatid, serta mengontrol perkembangannya?
Zat tersebut adalah sebuah hormon yang disebut Folikel Stimu- lating Homon (FSH). Hormon yang dihasilkan pituitary inilah yang "mengingatkan" sel-sel sertoli akan tugasnya. Jika hormon ini tidak diproduksi atau tidak sampai di tempat yang tepat, tentulah sel-sel sperma tidak akan terbentuk. Dampaknya adalah terjadinya kemandulan. Setelah menerima rangsangan tersebut, sel-sel sertoli akan menghasilkan hormon estrogen.
Ada sel lain yang memiliki peran yang tak kalah penting dalam perkembangan sperma, yakni sel-sel leidig yang terdapat pada tabung sperma. Tugas hormon ini adalah menghasilkan hormon LH yang turut membantu pertumbuhan sel-sel sperma. Hormon ini kemudian menghasilkan hormon testosteron yang merupakan hormon terpenting dalam pertumbuhan alat-alat reproduksi dan berbagai jaringan lain di dalamnya, serta merangsang munculnya sifat-sifat kejantanan dan mematangkan sperma.
Sel-sel sertoli juga mempunyai fungsi lain, di antaranya memproduksi protein. Protein ini bertugas mengangkut hormon es- trogen dan testosteron ke dalam cairan yang terdapat dalam tabung sperma.6 Sel leidig mempersiapkan fruktosa yang dibutuhkan oleh sel-sel sperma sebagai energi.
seminiferous_tubuletesticle_2
1. Transverse Plane Through Seminiferous Tubules
2. Sertoll Cell Nucleus
3. Basement Membrane
4. Bloody Capillary
5. Leydig Cell
6. Spermatogenic Cells
7. Sperm Cell Or Spermatozoon
8. Late Spermatid (n)
9. Early Spermatid (n)
10. Secondary Spermatocyte (n)
11. Primary (2n) Spermatocyte
12. Spermatotonium or Stem Cell (2n)
1. Epididymis
2. Efferent Ductile
3. Vas Deferens
4. Lobule
5. Seminiferous Tubule
6. Sperm
7. Secondary Spermatocyte
8. Primary Spermatocyte
Tahap-tahap perkembangan sperma pada tubulus seminiferus adalah seperti yang terlihat di atas. Sel sperma induk (spermatogonium) menempati tabung-tabung seminiferus. Sel-sel tersebut membelah dan berubah menjadi sel yang dinamakan spermatid. Tahap akhir dari proses ini adalah pembentukan ekor dan bagian kepala sperma. Akhir dari proses yang rumit ini dihasilkan sel reproduksi laki-laki yang mengandung gen-gen dari laki-laki tersebut.
Pada pembentukan sperma, di dalam testis terjadi proses yang melibatkan berbagai sistem yang saling berhubungan. Dalam gambar di samping terlihat struktur bagian dalam testis. Di dalam tubuh manusia terdapat hubungan yang sempurna dan rangkaian yang rumit di antara organ-organ dan sel tubuh. Proses-proses dalam tubuh terjadi karena adanya hubungan ini. Untuk memahami kesempurnaan proses pembentukan sperma dalam tubuh cukup dengan hanya melihat satu bagian dari keseluruhan sistem pembentukan sperma ini.
Kita melihat bahwa sistem hormonal yang bekerja pada sistem reproduksi itu ternyata bekerja dalam sebuah sistem yang sangat rapi seperti pada anggota tubuh lain. Setiap hormon mengetahui pesan apa yang diterimanya dan melakukan apa yang harus dilakukan berdasarkan kebutuhan yang ada. Misalnya pituitari yang ada di otak mengetahui dengan baik saat yang tepat yaitu masa puber untuk mengirim perintah ke berbagai sel yang ada di testis dan memberitahu- kan apa yang harus dilakukan oleh setiap jaringan dan anggota tubuh. Di sisi lain hipotalamus berfungsi merangsang pituitari untuk melakukan tugasnya.
Fase pertama pembentukan dan perkembangan manusia terkait dengan informasi yang dibawa oleh hormon-hormon ini. Informasi tersebut harus difahami secara tepat pada saat yang tepat . Akan tetapi bagaimana sel-sel dan molekul-molekul ini dapat memahami rumus dan data pada pesan-pesan ini untuk kemudian menindaklan- jutinya? Bagaimana mereka mengetahui struktur kimia masing- masing, dari mana mereka mengetahui tentang bagaimana cara mempengaruhi satu sama lain? Terjadinya kerjasama antara sel sertoli dan sel leidig dalam pembentukan sel sperma sesuai perintah dari pituitary mustahil dijelaskan dengan teori kebetulan. Mustahil bahwa hormon-hormon itu memperoleh keunikan dan sifat-sifat tertentu mereka sebagai hasil dari "kebetulan yang terjadi berulang-ulang".
Kesalahan sekecil apa pun dalam sistem ini akan menimbulkan pengaruh negatif yang berdampak pada seluruh proses dan aktivitas yang ada. Selain itu, kurangnya satu bagian saja dari sistem ini dapat mengakibatkan kerusakan secara total. Misalnya: jika sel-sel sertoli tidak memahami perintah dari pituitari melalui hormon FSH dan tidak merangsang dihasilkannya hormon estrogen, maka mustahil akan terbentuk sel sperma. Atau jika saja sel-sel leidig tidak melaksanakan fungsinya menyediakan fruktosa secara cukup, maka sperma yang telah matang sekalipun tidak akan memperoleh makanan dan akan mati tatkala berada dalam rahim calon ibu, atau ia tidak dapat membuahi sel telur karena gagal mencapainya.
Hal ini memperlihatkan sebuah bukti nyata kekuasaan Allah yang telah membangun hubungan antar anggota tubuh dan antar sel, serta memberikan ilham kepada pituitari dan hipotalamus. Dia berfirman:
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi...  (Q.S. As Sajdah, 32: 5)

Perangkat Pendukung Sperma Untuk Mencapai Sasaran

prostate_gland_fertility
1. Tulang panggul
2. Kelenjar prostat
3. Saluran semen kanan
4. Vesika seminalis
5. Saluran vesika seminalis
6. Saluran pembuangan
7. Urogenital diagfam
8. Kelenjar bulboretral
Cairan yang dihasilkan kelenjar prostat (atas) berperan sangat penting dalam pembentukan sperma. Dengan adanya cairan ini,campuran asam yang terdapat dalam organ reproduksi wanita tidak mampu menghancurkan sperma. Cairan yang diproduksi dalam tubuh laki-laki, mempunyai keistimewaan menghilangkan sifat merusak dari cairan yang terdapat di tubuh lain. Ini merupakan salah satu bukti ciptaan Allah yang tanpa tanding.
Sel-sel sperma yang telah matang memiliki kemampuan bergerak dan matang di saluran. Saluran ini berbentuk lengkung dan memiliki panjang sekitar 6 cm serta berhubungan dengan bagian luar testis. Sebelum memulai perjalanannya, sebagian sel-sel sperma disimpan sementara dalam saluran ini. Bagian epididimis sendiri berhubungan dengan saluran pemancar sperma yang disebut vas deferens di mana sperma disimpan dalam waktu yang lama tanpa merusak kemampu- an membuahinya. Pada saat sperma dipancarkan ke dalam tubuh calon ibu, mulailah ia melakukan perjalanan panjangnya untuk ber- temu sel telur dan membuahinya.7
Akan tetapi sperma juga membutuhkan kelenjer lain sebagai pemasok makanan untuk memulai proses pembuahan, dan juga sebagi penyedia semua kebutuhan dalam perjalanan panjangnya. Kelenjar pertama ini adalah kelenjar prostat, dan yang kedua adalah kelenjar-kelenjar produktif lain di dalam kantung-kantung sperma yang ada di kedua ujung prostat. Kelenjar-kelenjar ini memulai tugasnya tatkala sperma telah selesai memproduksi cairan khusus yang akan menemani sperma sepanjang perjalanannya.
Cairan ini terdiri dari ion-ion sitrat, kalsium, fosfat, dan enzim fibrinolisin untuk pengentalan. Perlu diketahui bahwa alat-alat reproduksi perempuan terdiri dari campuran asam pekat yang berfungsi mengcegah pertumbuhan bakteri. Akan tetapi, senyawa asam ini dapat menghambat gerak sperma bahkan mematikannya. Oleh karena itu, cairan yang diproduksi oleh kelenjar prostat ini berfungsi menetralisirnya dan membantu sperma agar dapat berenang dengan mudah menuju sel telur.
Kelenjar prostat bekerja seolah-olah ia mengetahui lingkungan asam yang akan ditemui sperma dalam tubuh perempuan, dan bahwa sperma tidak akan dapat hidup di dalamnya. Lebih dari itu, prostat mampu mengatasi kesulitan ini dengan memproduksi cairan yang dapat melindungi sperma padahal ia tidak pernah mengenali lingkungan tersebut. Manusia yang berakal dan berperasaan, memiliki pendengaran dan penglihatan, yang mampu merencanakan dan mengatasi masalah sekalipun tidak akan mampu memperkirakan bahaya besar yang akan menghadang di suatu tempat dengan situasi dan kondisi yang tidak ia kenal. Akan tetapi ini berhasil diatasi oleh kelenjar prostat yang terdiri dari sel-sel. Sangat mustahil prostat mampu melakukan semua ini tanpa petunjuk dari Allah yang mengetahui segala sesuatu dalam tubuh laki-laki atau perempuan, baik yang besar maupun yang sangat kecil, karena Dialah yang telah menciptakan keduanya.
Kelenjar prostat bukanlah satu-satunya yang memproduksi cairan. Kantung-kantung sperma yang ada di samping prostat juga memproduksi cairan penting bagi sperma selama perjalanannya menuju sel telur. Cairan ini terdiri dari sejumlah besar fruktosa dan zat-zat makanan lain, juga sejumlah besar prostaglandin dan fibrinogen.
Fruktosa dan zat-zat makanan berfungsi memenuhi kebutuhan nutrisi sperma sejak mulai masuk ke tubuh calon ibu sampai fase pembuahan, sedangkan prostaglandin yang ada dalam cairan ini membantu sperma dalam hal lain, yaitu bereaksi bersama kelenjar endometrium yang terdapat pada rahim. Zat-zat tersebut menjamin kondisi yang baik bagi pergerakan sperma. Disamping itu prostag- landin juga menjamin kontraksi rahim dan tuba fallopii dalam arah yang berlawanan agar memudahkan gerak sperma.
Sungguh menakjubkan, cairan yang dirangsang oleh kelenjar prostat ini mampu mengetahui tubuh laki-laki dan perempuan sekaligus secara sangat rinci. Ia tahu bahwa berkontraksinya tuba fallopii dalam rahim akan memudahkan pergerakan sperma, untuk itu ia menambahkan prostaglandin ke dalam tubuh perempuan. Andaikan kita meminta seorang ahli kimia untuk melakukan semua ini, apa yang akan ia lakukan?
Pertama, ia akan meneliti struktur sperma, bagaimana pembuah- an terjadi dan apa kondisi yang dibutuhkan pada proses pembuahan. Kemudian ia akan meneliti tubuh wanita, berbagai hormonnya, sel telur, tuba fallopii yang mengantar sel telur sampai rahim. Lalu ia akan meneliti rahim dan sistem syaraf di dalamnya agar dapat diketahui bagaimana proses kontraksinya berlangsung. Kemudian ia akan berusaha menggunakan penelitian yang telah dilakukannya bertahun-tahun untuk mendapatkan zat yang tepat, lalu melakukan uji coba dan riset kepustakaan agar memperoleh komposisi yang tepat dari zat tersebut. Ternyata manusia yang memiliki akal dan kecerdasan membutuhkan pengkajian rumit dan mendalam serta memakan waktu bertahun-tahun agar berhasil melakukannya.
Proses ini telah dilakukan oleh anggota tubuh manusia yang tak memiliki akal dan perasaan. Tak mungkin kita mengatakan bahwa mereka lebih cerdas dari para pakar kimia sehingga mampu melakukannya sendirian.
Cairan dan sel yang diproduksi dalam sistem reproduksi laki-laki dan sistem reproduksi perempuan adalah ciptaan Allah. Sangatlah mustahil kalau sistem yang terintegrasi satu sama lain ini terjadi akibat serangkaian peristiwa "kebetulan". Akal dan sikap objektif kita akan membuat kita tunduk kepada kekuatan dan kekuasaan tak terbatas yang telah menciptakan sistem ini pada bermiliar-miliar manusia sejak dulu, kini, dan di masa mendatang.
"Hai manusia bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari keduanya Allah memperkembang- biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah. kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.  (Q.S. An Nisa, 4: 1)

Mani: Cairan Yang Sangat Kompleks

sperm_4
At the side we see sperm moving in seminal fluid. Seminal fluid is a mixture of fluids secreted by various glands. Contrary to popular opinion, of all the components of this complex fluid, only the sperm has the ability to fertilise. This scientific fact—only recently discovered—was revealed in the Qur'an 1,400 years ago.
Ketika sel-sel sperma memulai perjalanannya ia akan disertai oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar prostat, dan cairan dari vesika seminalis sehingga terbentuklah air mani yang sempurna. Cairan- cairan ini, seperti yang telah kami sebutkan di atas, memiliki tugas menyediakan lingkungan yang sesuai bagi pergerakan sperma seraya menyediakan kebutuhan makanan dan energi sperma selama perjalanannya yang panjang. Di sisi lain, cairan ini menetralkan lingkungan asam yang terdapat pada jalan masuk rahim calon ibu.
Istilah air mani diberikan kepada cairan campuran yang dipancarkan dari tubuh laki-laki ke tubuh perempuan dengan tujuan memudahkan pembuahan sel telur. Komposisinya terdiri dari 10 % cairan yang berasal dari saluran sperma, 60 % dari vesika seminalis, dan 30 % dari kelenjar prostat. Meskipun mengandung cairan lain, namun persentasenya amat kecil.8 Ternyata air mani adalah cairan yang sangat kompleks yang terdiri dari zat-zat yang beragam di antaranya: fruktosa, fosforilkolin, ergotionin, asam askorbat, flavin, prostaglandin, asam sitrat, kolesterol, fosfolipid, fibrinolisin, kisdir, asam fosfat, hyaluronidase, dan sel sperma sendiri. Hal ini menunjuk- kan kepada kita keajaiban Al Qur'an yang lain.9
Al Qur'an telah menarik perhatian kita tatkala ayat-ayatnya berbicara tentang penciptaan manusia. Setelah mengkajinya, para ilmuan menemukan sejumlah keajaiban yang terkandung di dalamnya. Misalnya kata am-syaaj (yang bercampur) dalam Al Qur'an ternyata benar-benar tepat dalam mengungkapkan air mani yang terdiri dari campuran beberapa zat, padahal ayat ini turun sekitar 1400 tahun yang lalu:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan ia mendengar dan melihat. (Q.S. Al Insaan, 76:2)
Di antara unsur pembentuk cairan mani ini, hanya sel sperma yang memiliki kemampuan membuahi, bukan seperti dugaan banyak orang bahwa air mani secara keseluruhanlah yang membuahi sel telur.
Seorang laki-laki mampu memancarkan 200-300 juta sel sperma, tetapi yang dapat mancapai sel telur hanyalah 1000 sel. Dari jumlah ini hanya satu sel yang beruntung membuahinya. Artinya, manusia berasal dari satu bagian kecil dari air mani. Informasi yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya ini ternyata telah disebutkan Al Qur'an 14 abad yang lalu:
Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? Bukanlah ia dahulu (berasal dari) sel sperma dari air mani yang dipancarkan?  (Q.S. Al Qiyaamah, 75: 36-37)
Ayat yang lain mengisyaratkan bahwa mani itu adalah campuran berbagai unsur, sedangkan manusia berasal dari sari pati (inti) campuran ini :
Yang telah membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik- baiknya, dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sulaalah (sari pati) air yang hina.  (As Sajadah, 32: 7-8).
Jika kita mendalami makna kata sulaalah dalam bahasa Arab, akan kita temukan bahwa kata ini berarti inti sesuatu, atau bagian paling baik darinya. Ini menjelaskan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah, sang Pencipta yang Maha mengetahui seluk-beluk penciptaan manusia.

Tugas Setiap Bagian

A. Kepala
1. Akrosom
2. Inti sel
3. Membran sel
B. Leher
4. Sentriol
C. Selubung mitokondria
5. Mitokondria
D. Ekor
6. Axial Filament
7. Struktur ekor sperma, tersusun atas 9+2 mikrotubul sepertiyang terdapat pada silia.
E. Bagian akhir
8. Cell Membrane
Seluruh bagian sperma mempunyai fungsi yang berbeda. Sperma tidak akan dapat bergerak tanpa ekor. Bila mitokondria yang ada pada bagian tengah sel tidak ada, maka energi tidak dapat dihasilkan sehingga sperma akan selalu diam. Dan apabila tidak ada daerah akrosom yang terdapat pada bagian kepala, enzim-enzim menjadi tidak lengkap sehingga sperma tidak mampu menembus dan membuahi sel telur. Demikianlah, sangat tidak mungkin sperma terbentuk secara kebetulan melalui beberapa tahap seiring dengan perjalanan waktu. Allah yang menciptakan sel yang sempurna ini.
sperm
Hingga di sini struktur sperma yang didukung oleh cairan mani telah sempurna: kepala, leher, ekor, kemudian akrosome. Setiap bagian memiliki tugasnya masing-masing.
Ukuran kepala sperma yang merupakan inti sperma tidak lebih dari 5 mikron. Semua informasi (data) yang berkaitan dengan tubuh manusia dan bagaimana proses terbentuknya manusia sempurna terdapat dalam bagian kecil ini. Informasi yang berupa 23 kromosom ini akan membawa data tersebut menuju sel telur.
Akrosome (selaput luar pada kepala sperma) digunakan pada saat terakhir dan terpenting dalam perjalanan sperma. Ia mengandung enzim–enzim yang dapat menembus selaput luar sel telur sehingga sperma dapat membuahinya.10 (Lihat pada bahasan tentang pertemuan sperma dan sel telur).
Ekor sperma juga sangat penting karena ia membantu sperma berenang dengan mudah dalam cairan mani. Gerakan ekor inilah yang menentukan arah gerak sperma hingga sampai dengan selamat menuju sel telur. Tetapi dari mana sperma mengambil energi untuk gerakan ekornya yang tak pernah berhenti ini? Bagian tengah sperma ternyata menjadi penyimpan energi selama perjalanan ini. Mitokondria yang terdapat di bagian tengah sperma memberikan suplai energi kepada ekor. Energi dalam jumlah besar juga terdapat pada bagian bawah leher sperma.11
Kita lihat di sini program yang sangat rapi pada semua bagian dalam struktur sel sperma. Jika tidak ada ekor, ia takkan dapat bergerak; tanpa mitokondria, ia takakan dapat memperoleh energi untuk bergerak, dan meskipun kepalanya sempurna namun bila tanpa akrosome, takkan ada gunanya sperma mencapai sel telur, karena tidak ada enzim yang membantunya menembus lapisan luar sel telur.
Oleh karena itu, mustahil jika sperma mengalami proses kesempurnaannya secara evolusi (bertahap dalam waktu yang lama) seperti anggapan teori evolusi Darwin. Adalah sebuah keharusan bahwa semua kesempurnaan sperma ini telah ada sejak manusia pertama muncul di dunia. Sebab, kekurangan padanya akan menyebabkan kemustahilannya melakukan pembuahan. Jika di masa lalu terdapat sel sperma yang belum sempurna, seperti anggapan para pendukung evolusi, maka jenis manusia akan lenyap dari dunia ini sebelum mampu berkembang biak. Semua ini adalah bukti bahwa sel sperma telah ada dan sempurna sejak awalnya, dan ia telah diciptakan oleh Zat Yang Maha Sempurna.
sperm
Perlindungan Terhadap Kepala Sperma
Pada gambar animasi di atas terlihat kepala sperma yang ditutupi oleh pelindung. Pada bagian kepala sperma terdapat inti sperma dan enzim-enzim penghancur. Bagian atas sperma ditutupi pelindung yang berfungsi menjaga muatan yang sangat berharga ini agar tidak rusak selama perjalanan yang dilakukannya.(1-2) Setelah proses penutupan ini, kepala sperma dimasukkan ke dalam selubung pembungkus, kemudian dikemas rapat.(3-4-5-6) Sperma melakukan perjalanannya dalam keadaan aman. Selubung yang diciptakan dengan sempurna ini melindungi dengan aman inti sel yang berukuran hanya sebesar 5 mikron dan mengandung seluruh informasi mengenai seluk-beluk tubuh manusia. Selubung ini juga melindungi enzim-enzim yang mampu melubangi sel telur pada proses pembuahan. Ini merupakan salah satu tahap dari pembentukan sperma. Selain itu motor sperma serta bagian ekor dipasangkan secara terpisah. Begitulah berlangsungnya proses yang sempurna ini. Semua hal ini perlu direnungkan kembali. Bagaimana sel-sel tersebut belajar untuk menyusun sperma? Bagaimana sel-sel menyusun sel sperma yang mempunyai struktur sesuai dengan keadaan dalam tubuh wanita walaupun ia tidak mempunyai 40 Keajaiban Penciptaan Manusia pengetahuan tentangnya? Ada satu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini: semua ini terjadi karena sperma diciptakan oleh Allah Yang Maha Pencipta.

Sistem yang Diciptakan Untuk Saling Melengkapi

Tatkala sperma di dalam air mani dipancarkan dari tubuh calon ayah, sebenarnya ia tidak dapat membuahi sel telur jika berbagai sistem di dalam tubuh calon ibu tidak disiapkan untuk menyambut- nya. Cairan-cairan yang yang dihasilkan oleh alat kelamin calon ibu sangat membantu memperbesar terjadinya peluang pembuahan. Beberapa perubahan yang dialami sperma tatkala memasuki tubuh calon ibu dapat diringkas sebagai berikut :
1. Cairan-cairan yang diproduksi dalam rahim dan tuba fallopii memiliki kandungan kimia tertentu yang dapat mempercepat kemampuan gerak sperma dibanding ketika masih berada dalam tubuh laki-laki.
2. Terdapat cukup banyak kolesterol di dalam dua testis tempat sperma berada yang berasal dari kantung sperma. Kolesterol ini kemudian menempati posisinya pada lapisan akrosome (tutup kepala). Kolesterol ini berguna untuk memperkuat lapisan tersebut dan mencegah enzim di dalamnya agar tidak keluar sebelum waktunya, yakni saat ia membantu sperma menembus dinding sel telur. Cairan-cairan yang ada dalam rahim perempuan berfungsi menipiskan lapisan kolesterol di lapisan akrosome sehingga pada saat yang tepat enzim-enzim penembus dinding sel telur dapat keluar sehingga sperma mampu membuahinya.
3. Pada saat sperma memasuki rahim, ion-ion kalsium yang masuk ke dalam sperma akan mempercepat gerakan sperma. Dengan kata lain, ekornya yang berbentuk cemeti bergerak sangat cepat dibanding sebelumnya sehingga sperma pun dapat mencapai sel telur pada waktunya.12
sperm
Dapat kita lihat di sini adanya kesesuaian dan keharmonisan antara sel sperma dan tubuh perempuan. Rahim tahu bahwa beberapa kekurangan yang ada pada sperma sehingga ia pun membantu menyempurnakannya, bahwa sperma memerlukan energi dan gerakan cepat untuk bisa mencapai sel telur, bahwa sperma memiliki susunan kimia tertentu untuk dapat menembus dinding sel telur, bahwa ada lapisan kolesterol yang menutupi akrosome dan menghambat kecepatan geraknya. Rahim segera mengantisipasi semua masalah tersebut dengan tepat.
Yang kami sebutkan ini hanyalah sebagian kecil dari ribuan peristiwa kimiawi yang sangat kompleks yang melibatkan protein- protein, enzim-enzim, dan cairan-cairan lain dalam jumlah yang sangat banyak sejak masuknya sperma ke dalam tubuh calon ibu hingga pembuahan sel telur. Informasi singkat ini bukan bertujuan memberikan tambahan pengetahuan ilmiah saja. Ada yang lebih penting dari hal tersebut, yaitu bukti bahwa perkembangan manusia dan kemunculannya di dunia merupakan proses yang sangat rumit dan tak mungkin terjadi secara kebetulan seperti yang diyakini oleh para pendukung teori Darwin.
Mungkinkah sel sperma mengalami suatu kebetulan saat ia menerima bantuan dari tubuh perempuan untuk bisa membuahi? Ataukah sel-sel reproduksi perempuan yang mengambil keputusan untuk memproduksi zat-zat kimia yang dibutuhkan oleh sperma?
Teori kebetulan sekali lagi hanyalah khayalan yang tak mungkin pernah terjadi. Fenomena ini menunjukkan bahwa di sana ada sebuah kekuatan dan ilmu yang tak terbatas, Ilmu Allah, Zat Yang Maha Pencipta yang telah menciptakan keajaiban-keajaiban pada semua bagian tubuh manusia yang tidak dapat dilihat dengan mata. Semua keajaiban ini berada di luar kehendak dan ilmu manusia. Semua fenomena ini mengingatkan manusia bahwa Dialah Pengatur mutlak segala sesuatu.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui tentang keadaanmu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah, dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu, maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. (Q.S. An Najm, 53; 32)

Catatan Kaki

3. Guyton&Hall, Tibbi Fizyoloji, Nobel T1p Kitabevleri, Istanbul, 1996, 9th. Ed., p. 1003
4. Guyton&Hall, Human Physiology and Mechanisms of Disease, 6th.  Ed., 1997, p. 649
5. Guyton&Hall, Tibbi Fizyoloji, Nobel T1p Kitabevleri, Istanbul,  1996, 9th  Ed., p. 1004
6. Guyton&Hall, Tibbi Fizyoloji, Nobel T1p Kitabevleri, Istanbul,  1996, 9th  Ed., p. 1005
7. Vander, Sherman, Luciano, Insan Fizyolojisi, Bilimsel ve Teknik Yayinlari  Çeviri Vakfi, 1994, p.654
8. Guyton&Hall, Tibbi Fizyoloji, Nobel T1p Kitabevleri, Istanbul,  1996, 9th  Ed., p. 1006
9. Prof. Dr. Ahmet Noyan, Ya_amda ve Hekimlikte Fizyoloji, Ankara, Mar 1998, 10th.  Ed., p. 1113
10. Guyton&Hall, Tibbi Fizyoloji, Nobel T1p Kitabevleri, Istanbul,  1996, 9th  Ed., p. 1005
11. Guyton&Hall, Human Physiology and Mechanisms of Disease, 6th.  Ed., 1997, p. 12; Gerard J. Tortora, Introduction to the Human Body The Essentials of Anatomy and Physiology, Biological Science Textbooks, 1997,  p.  527
12. Guyton&Hall, Tibbi Fizyoloji, Nobel T1p Kitabevleri, Istanbul,  1996, 9th  ed.,  p. 1007